Ayah, Ayo Berbagi Peran!

0
731
Dalam sebuah penelitian, para ayah memang banyak membantu, tetapi ayah merasa merawat bayi tetaplah menjadi tugas wanita (ibu). Para ayah kebanyakan memposisikan diri sekedarnya saja, hadir jika diperlukan, datang kalau dipanggil saja, kurang memiliki inisiatif atau memiliki rasa tanggung jawab langsung dalam merawat bayi.
Banyak ayah yang tidak tahan mendengar tangisan bayi dan cenderung merasa bahwa hal itu adalah tanggung jawab ibu. Jika tangis bayi semakin menjadi, mereka mengeraskan suara TV. Jika mereka tidak bisa lagi menoleransi tangisan itu, bisa saja mereka langsung pergi keluar meninggalkan rumah berkumpul dengan teman-teman prianya atau ada juga yang pulang ke rumah ibunya.
Hal penting seperti ini menuntut komunikasi yang baik antara ayah dan ibu, dan menuntut komitmen keduanya untuk menjalankan tugas mulia sebagai orang tua bagi bayi mereka. Untuk meningkatkan peran ayah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Pertama, komunikasikanlah dengan baik perubahan-perubahan yang harus disepakati mengenai kegiatan sehari-hari yang menyangkut perawatan bayi. Untuk mempertemukan keinginan anda berdua, ibu bisa memulai dengan “Yang saya inginkan dari ayah adalah …” Suarakan apa yang sebenarnya ia inginkan dari pasangannya. Pria sebaiknya mendengarkan lebih dulu dan jangan memotong.
Kedua, carilah solusi-solusi praktis bersama. Bagaimana ayah dapat memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, dan kadang kebutuhan itu adalah kebutuhan yang tidak dapat ditunda dan memerlukan kehadiran ayah untuk membantu. Untuk bisa menemukan solusi terbaik, kedua pihak haruslah didasari dengan niat yang baik serta rasa cinta yang tulus kepada keluarga.
Ketiga, untuk dapat membantu pasangan secara efektif, maka ayah harus membekali diri dengan ilmu atau menyempurnakan keahlian dalam merawat bayi dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Catatlah kehalian yang perlu dipelajari dan disempurnakan. Ini memerlukan proses belajar,learning by doing!
 
Keempat, jika anda telah mencapai kesepakatan tentang hal yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya, tulislah. Anggaplah catatan tersebut sebagai perjanjian yang harus dipatuhi satu sama lain. Agar ini semua berjalan dibutuhkan komitmen yang kuat diantara ayah dan ibu. Lalu, setelah seminggu adakan evaluasi, anda berdua bisa memperbaikinya dan menambahkan hal-hal yang masih kurang.
Langkah-langkah diatas sangat diperlukan untuk meningkatkan peranan ayah dalam merawat bayi dan meringankan pekerjaan istri di rumah pasca persalinan. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan.