Cara Mengajarkan Pendidikan Seks kepada Anak

0
648
www.hdnicewallpapers.com

Kasus pelecehan yang biasanya berujung kekerasan seksual pada anak meningkat setiap tahunnya. Ironisnya, anak justru lebih banyak mendapatkan pengetahuan tentang seks dari teman, internet, film, tayangan televisi, majalah dan lain sebagainya.

Hanya 5% anak yang tahu tentang seks dari orangtuanya. Padahal, orangtua seharusnya menjadi pihak pertama yang mengajarkan pendidikan seks kepada anak. Ketika anak dibekali pendidikan seks yang benar dari orangtua, umumnya anak lebih bisa terhindar dari kemungkinan menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual.

Memang  berbicara tentang sekskepada anak masih dianggap tabu dalam masyarakat kita, tapi ini harus dimulai dari orangtua. Jelaskan pada mereka dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti.

Saat memasuki usia prasekolah, anak sudah mulai mengenal beda laki-laki dan perempuan, bahkan mereka sudah bisa bertanya, “Aku berasal dari mana? Kenapa aku ada di perut Bunda?” Di usia ini anak juga suka mencium dan memeluk. Dari usia 3 tahun, anak sudah mulai merasakan kenikmatan seksual di alat kelaminnya, bahkan masturbasi.

Namun, masturbasi yang anak lakukan berbeda dengan dewasa, mereka melakukan ini untuk melepaskan ketegangan serta mencari rasa nyaman. Anak secara alami akan bereksplorasi secara seksual tanpa harus ada pemicu, karena manusia secara alami mencari kenyamanan melalui seks. Dalam fase inilah mulai sedikit demi sedikit orangtua berperan dalam mengajarkan pendidikan seks kepada anak.

Mengajarkan pendidikan seks kepada anak hendaknya sebelum pubertas dan saat anak bertanya. Bersyukurlah ketika anak tiba-tiba bertanya tentang seks karena inilah saatnya anda memberikan informasi yang tepat. Jangan lalu anda malah memarahinya, terlihat bingung, terlalu serius, pura-pura tidak dengar, bahkan mengalihkan pembicaraan atau berbohong.

Karena jika anda melakukan hal tersebut, anak akan mencari jawaban di tempat lain. Sambil mengajarkan anak, jelaskan bahwa penjelasan seputar seks hanya bisa ia dapatkan melalui anda, orangtuanya.

Saat mandi adalah salah satu kesempatan anda mengajarkan pendidikan seks kepada anak. Kenalkan anak tentang alat kelaminnya. Gunakan kata penis dan vagina untuk alat kelamin, jangan pakai kiasan. Jelaskan pada anak karena kata tersebut bersifat pribadi, ia tidak bisa mengucapkannya sembarangan atau di depan umum.

Beritahu anak tentang batasan bagian tubuh pribadinya, yaitu mulai dari bawah leher sampai lutut, tidak termasuk tangan. Selain kelamin, bokong, dan dada, paha dan punggung termasuk pribadi, mengantisipasi fedofil yang suka meminta anak bertelanjang dada lalu memotretnya. Ajarkan pada anak, bahwa hanya ada 3 orang yang boleh menyentuh bagian tubuh pribadinya: dirinya sendiri, orangtua, dan dokter. 

Jika ada orang lain yang memaksa untuk memegang atau melihat bagian tubuh pribadi anak, diskusikan dengannya, apa yang perlu ia lakukan dengan memberikan arahan detail. Ajarkan anak untuk melawan dengan berbagai cara, yaitu berteriak, memukul, menendang, atau menggigit. 

Ajarkan norma sederhana, seperti aturan memakai baju. Kalau habis mandi, badan harus ditutupi dengan handuk, dan inilah sebabnya mengapa di toko baju selalu ada ruang ganti pakaian, karena kita tidak bisa telanjang di depan banyak orang. Tanamkanlah nilai-nilai moralkepada anak sembari mengajarkan pendidikan seks.

Secara islami, ada dua perkara sangat penting yang hendaknya sudah diajarkan pada anak-anak pada usia yang sangat dini, sekitar usia 3 tahun. Keduanya memiliki kaitan erat dengan pemahaman seksual, yaitu:

  • Pentingnya memisahkan anak kecil laki-laki dan perempuan. Mencampurkan mereka pada usia dini akan menimbulkan kerusakan dan cacat pada cara pandang, sifat dan perbuatan pada kedua jenis tersebut. Karena itu, penting agar dipahami oleh anak laki-laki agar dia tidak memakai pakaian saudara perempuannya, atau tidak boleh mengenakan anting-anting di telinganya, atau tidak boleh memakai gelang, karena semua itu berlaku untuk wanita, bukan untuk laki-laki. Demikian pula halnya dikatakan terhadap anak wanita terkait dengan perbuatan dan sifat-sifat saudara laki-lakinya.
  • Hendaknya anak-anak diajarkan keistimewaan aurat, bahwa dia tidak layak terbuka di depan siapapun. Mengajarkan dan mendidik hal ini akan menumbuhkan sifat menjaga diri, malu dan mencegah orang-orang amoral melakukan tindakan bejat kepadanya.

Intinya, mengajarkan pendidikan seks kepada anak haruslah sesuai usianya, hendaknya sesuai dengan tahapan pertumbuhannya. Agar apa yang anda sampaikan tentang pendidikan seks dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh anak. Pendidikan seks bukan single lecture. Tak bisa mengajari anak tentang pengetahuan seks hanya satu kali, karena dalam tiap tahapan usia anak, mereka mendapatkan ‘problem’ baru.