Tips Belajar Makan Sayur untuk Anak

0
378

Sejak 2 bulanan yang lalu ada sebuah supermarket berdiri sekitar 10 menit dari rumah. Sebuah supermarket lengkap dengan area makan makanan jepang, dan arena permainan anak. Aku ingat dalam beberapa kesempatan makan makanan jepang ala restoran bento dengan salad yang khas.

Ya salad khas dengan campuran sayur wortel, lobak dan kol. Ingat salad itu, jadi ingat juga dengan program latihan makan sayur anak-anak. Program latihan makan sayur yang sedikit demi sedikit dijalani dengan berbagai hambatan yang ada.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan kami sekeluarga berkunjung ke Supermarket itu dengan alasan program 5 in One, kesatu makan malam dengan ada menu sayur, kedua membeli kebutuhan sehari-hari, ketiga membeli jatah mainan anak seminggu satu kali, keempat acara bersama, kelima berekreasi di arena permainan anak. Senang sekali suamiku juga dengan semangat mendukung dengan siap mengantar dan tentu juga patungan dananya.

Satu porsi paket hemat  kupesan untuk kedua anakku. Haidar, anak pertamaku menghabiskan wortel dan lobak, tapi kolnya masih kesulitan. Pahit katanya. Sayyid, anak keduaku habis melahap semua sayurnya. Penggunaan teknik PARENTING when and then (ketika kamu selesai…. maka boleh….) benar-benar kupraktekkan di acara ini.

Sebelum berangkat  kusampaikan pada mereka bahwa akan berjalan-jalan ke supermarket untuk makan dan nanti ada sayurnya. Setelah mereka mengangguk tanda mengerti dan setuju dengan tujuannya maka kami berangkat. Ketika kakak yang memang lebih sulit makan sayur tampak kadang menolak, kusampaikan bahwa sebelum selesai makan termasuk sayurnya agenda selanjutnya membeli mainan dan bermain di arena permainan anak tidak akan dilakukan.

Dengan dorongan untuk segera ke area mainan dan terpacu kompetisi dengan sang adik yang sudah lebih dulu, membuat haidar mau menghabiskan sampai ¾ porsi sayurnya. Aku tersenyum melihatnya. Anak-anak memang perlu motivasi internal untuk membuat mereka melakukan banyak hal tanpa dipaksa.

Teknik when and then merupakan salah satu teknik berdasarkan pemahaman terhadap hal tersebut ini. Inti teknik ini adalah menempatkan apa yang diinginkan anak setelah anak melakukan apa yang harus dilakukan. Teknik yang menarik bukan? Selamat mencoba ayah bunda…