Bagaimana Mendisiplinkan Anak?

0
353

Menanamkan kedisiplinan pada anak, haruslah dimulai sejak dini. Jangan menganggap bahwa karena anak masih berusia 3 bulan maka anak belum mengerti sehingga tidak perlu disisiplinkan. Hati-hati, sebab kedisipinan terbentuk dari pembiasaan.

Bila sesuatu yang sudah biasa dilakukan akan menjadi terbiasa dan lama kelamaan menjadi kebiasaan. Apabila sudah menjadi kebiasaan, maka akan cukup sulit untuk diubah. Apabila sejak masih berusia 3 – 6 bulan anak tidak dibiasakan mengikuti pola jadwal kegiatan tertentu, maka sampai besar akan sulit untuk mengubah kebiasaan anak yang tidak terjadwal.

Kedisiplinan perlu dibentuk sejak dini pada anak, sebab semakin besar anak akan tumbuh dan harus berinteraksi dengan orang lain dilingkungan yang lebih besar, dan ia perlu untuk bisa menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada, disitulah kedisiplinan dibutuhkan.

*) Buat aturan yang jelas. Dengan memberikan aturan yang jelas, Ayah dan Bunda bisa langsung memperingatkannya jika dia melakukan kesalahan. Sebaiknya aturan tidak dibuat sebagai suatu aturan mati, berilah sedikit ruang tolerasi dimana bila anak keluar ke daerah toleransi, maka anak sudah bisa diberi peringatan agar tidak melanggar.

*) Menghindari perdebatan. Jika putra atau putri Ayah dan Bunda ingin membela dirinya saat Ayah dan Bunda menyalahkannya, cobalah untuk membuat jawaban yang tidak membuatnya terpojok. Di sisi lain, cobalah bertindak dengan mempertimbangkan yang anak rasakan. Hindari perdebatan dengan anak, tunjukkan bahwa kita memahami tetapi peraturan sudah dilanggar dan tidak ada alasan yang bisa diterima, sebab sebelumnya rambu-rambu sudah diberitahukan.

*) Tenangkan diri Anda ketika emosi. Saat anak ingin melakukan sesuatu yang menurut Ayah dan Bunda kurang tepat dan membuat Anda sedikit marah, coba pergi sebentar dan tenangkan diri Ayah dan Bunda. Mungkin Ayah dan Bunda bisa mengatakan “Sepertinya aku kurang setuju. Nanti akan ku beritahu kalau sudah ku pertimbangkan.” Setelah tenang, coba ajak dia bicara dan katakan pendapat Ayah dan Bunda serta beritahu dia konsekuensi dari apa yang akan dia lakukan. Ayah dan Bunda tidak perlu marah, cukup jadikan hal itu permasalahan yang harus dihadapi anak.

*) Tetap konsisten dengan peraturan yang Ayah dan Bunda buat. Melihat putra-putri senang tentu saja juga membuat Ayah dan Bunda bahagia. Namun, jangan sampai hal ini membuat peraturan yang Ayah dan Bunda buat mengendur. Jika dia bermain Play Station melebihi waktu yang ditentukan, jangan ragu untuk membuatnya disiplin. Mereka belum benar-benar bisa menghandle dan mengatur kegiatannya, dan Ayah dan Bunda yang lebih mengetahui tentang hal itu.

*) Disiplinkan juga diri Ayah dan Bunda. Satu cara yang paling mudah dilakukan untuk belajar adalah meniru. Orang tua adalah yang paling sering mereka temui dan amati setiap harinya, itulah mengapa perilaku anak tidak pernah jauh dari orang tuanya. Maka dari itu, coba berikan contoh yang baik, buat diri Ayah dan Bunda disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan putra-putri Ayah dan Bunda.

Menanamkan kedisiplinan pada anak sangat diperlukan, tetapi jangan sampai “mematikan” diri anak dan membuatnya menjadi robot-robot hidup.