Suka Buku Nanti Anak Jadi Cupu?

0
428

Ingin si kecil suka membaca dan cinta buku?
Tapi enggak mau si kecil jadi kutu buku?
Enggak mau si kecil nanti jadi cupu?

Punya kekhawatiran serupa? Banyak orangtua memang punya kekhawatiran yang sama dan umumnya dipicu oleh fakta yang ada bahwa di usia sekolah apalagi di usia mendekati remaja atau ABG, anak-anak yang dianggap teman-temannya sebagai kutu buku dan cupu kerap menjadi “bulan-nulanan” ejekan dan berbagai tindakan bullying. Khawatir sih sah-sah saja, sebagai orangtua tentu saja kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Tapi gimana ya jadinya? Apakah memang perlu mengenalkan buku pada anak sejak dini?

Ayah dan Bunda, sebenarnya enggak usah mengkhawatirkan kenyataan ini secara berlebihan. Sebagai orangtua, tugas kita salah satunya adalah membiarkan anak berkembang sejalan dengan tugas perkembangannya dan biasakanlah anak-anak untuk selalu menyeimbangkan kegiatannya.

Saat anak berusia 0 – 5 tahun dimana dipercaya menjadi Golden Age bagi perkembangan dan stimulasi otak serta kecerdasan anak, menjadi tugas orangtua untuk memberikan sebanyak-banyaknya rangsangan agar milyaran sel otak anak berkembang dan terhubung dengan baik. Salah satu bentuk rangsangan terbaik adalah dengan membacakan cerita dan membaca. Karenanya tidak perlu khawatir untuk mengenalkan buku sejak dini pada anak-anak kita.

Saat anak usia 3 tahun maka anak mulai menjadi mahluk sosial, nah di usia inilah orangtua harus mengenalkan pada anak awal mula kemampuan berhubungan sosial dengan orang lain selain keluarga di rumah. Saat anak memasuki usia 3 tahun ini, Ayah dan Bunda bisa mulai mengenalkan kegiatan bersosialisasi pada anak.

Caranya bisa dengan menyekolahkan anak pada kelompok bermain yang memang tujuannya hanya melatih anak untuk bersosialisasi. Ditahap ini, orangtua bisa mengurangi intensitas anak bermain bersama dengan buku dan menyeimbangkannya dengan lebih banyak mengajak anak bermain dengan teman sebayanya. Tetapi kebiasaan untuk tetap menjadikan buku sebagai rujukan utama harus tetap dibiasakan sehingga menjadi bagian dari karakter si anak.

Dengan menyeimbangkan setiap tahap perkembangannya maka orangtua tidak perlu khawatir bahwa si kecil akan jadi kutu buku atau cupu. Jadikanlah si kecil tetap cerdas emosinya dengan banyak bergaul namun tetap suka membaca yang bisa membuka wawasannya lebih luas.