Si Kecil yang Pemalu

0
325

Banyak orangtua menganggap remeh sifat malu yang dimiliki oleh anaknya dan berasumsi dengan semakin bertambahnya usia, rasa malu ini sedikit demi sedikit akan menghilang. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh Vanderbilt University di awal 2012, ditemukan fakta bahwa perasaan malu yang dirasakan anak merupakan sebuah kepribadian yang diatur oleh otak atau pikiran mereka.

Itu artinya, anak membutuhkan stimulus pada otaknya untuk membuatnya berpikir bahwa dirinya bukanlah seorang pemalu. Bagaimana caranya?

Jangan Menyebutnya Pemalu
“Dia memang begitu kalau bertemu dengan orang. Maklum, anaknya pemalu banget.” Sering mendengar orangtua yang berkata seperti ini pada anaknya? Atau jangan-jangan Anda termasuk diantaranya? Nah, mulai sekarang berhenti menyebut anak Andau pemalu karena secara nggak langsung di dalam pikiran si kecil akan terpatri bahwa dirinya memang pemalu. Kalau dia sudah berpikir seperti ini, bagaimana bisa Anda membuatnya menjadi anak yang pemberani? S

Terima Apa Adanya
Nggak usah menutupi fakta kalau si kecil memang pemalu dan susah untuk akrab dengan orang baru. Jika ada teman atau orangtua teman anak yang menyebutnya seperti itu, akui aja dengan lapang dada. Begitu juga kepada si kecil, jangan berpura-pura Anda nggak tahu kalau dia merupakan anak pemalu. Justru Anda harus mendukungnya dengan mengatakan kalau nggak masalah menjadi pemalu. Tapi di balik itu, Anda tetap melakukan berbagai cara untuk mengurangi rasa malunya.

Mulai Dari Hal Kecil
Bagi anak yang sangat pemalu, bahkan menatap lawan bicaranya saja mereka nggak akan sanggup. Untuk kasus seperti ini, Anda harus menghadapinya dengan ekstra sabar dan perlahan. Mungkin caranya bisa dimulai dengan memintanya untuk berani menatap mata orang yang mengajaknya bicara, lebih kencang saat berbicara agar suaranya terdengar, dan menjawab apa yang ditanyakan dengan orang lain. Meski terkesan mudah, bagi mereka ini merupakan hal yang sangat sulit dilakukan. Jadi, ajarkan pelan-pelan dan jangan mudah menyerah.

Bangun Kepercayaan Dirinya
Anak pemalu umumnya memiliki kepercayaan diri yang nggak terlalu besar. Itu mengapa, mereka cenderung akan menjadi follower saat berteman. Fokus utama Anda selain untuk membuat anak menjadi lebih pemberani, Anda juga harus menanamkan pada dirinya kepercayaan diri yang tinggi dan menghargai diri sendiri. Bagaimana caranya? Mulai dari hal-hal kecil, seperti memintanya untuk berani memesan sendiri makanan saat ada di restoran atau membayar belanjaannya di supermarket. Saat si kecil berhasil melakukannya, jangan lupa puji dirinya dan katakan bahwa Anda bangga dengan keberaniannya.
Jangan Patah Semangat

Dua hal yang tidak boleh Anda lakukan untuk mengatasi si kecil yang pemalu, yaitu mendukungnya untuk tidak mau melakukan berbagai macam hal karena rasa malunya atau justru memaksanya melakukan kegiatan yang Anda tahu dia pasti malu untuk melakukannya. Kedua hal ini justru akan membuat si kecil makin menutup diri darimu. Pelan-pelan, kenalkan buah hati dengan berbagai kegiatan seru yang biasa dilakukan oleh anak seusianya.

Agar dia tetap merasa nyaman, terus temani hingga anak merasa nyaman dengan teman bermainnya dan membolehkan Anda untuk tidak menemaninya lagi. Jika sesudah mencoba, dia tetap menolak, turuti permintaannya. Tapi, jangan patah semangat untuk terus melakukan hal ini sampai si kecil terbiasa berinteraksi dengan orang lain.