4 Tips Mudah Bagi Ayah-Bunda Dalam Membangun Karakter Baik Anaknya

0
497

Ayah – bunda ataupun calon ayah bunda tentu menginginkan anaknya memiliki karakter yang baik sejak dini apakah jujur, santun, lemah lembut dalam bertutur, suka menolong dan lainnya. Selain itu ayah bunda tentu sangat menginginkan anak-anaknya memiliki prestasi yang membanggakan dirinya, bangsa dan agama ini. Dalam tulisan kali ini kami akan berbagi tentang 4 tips mudah dalam membangun karakter baik dalam diri anak.

Sebelumnya, kita akan bahas dulu apa itu karakter ? Menurut wikipidia karakter artinya adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Kalau bahasa sederhananya karakter adalah sifat aslinya seseorang, yang sudah tertanam dalam alam bawah sadar seseorang sehingga karakter biasanya muncul secara refleks dan tanpa disadari. Contoh seseorang yang memiliki karakter buruk pemarah akan dengan mudah meskipun dia sadar sifat pemarah itu tidak baik, namun karena sudah menjadi karakter menjadi hal sulit untuk diubah.

Proses tertanamnya sebuah karakter dalam pikiran seseorang adalah berawal dari sesuatu yang sering ia lihat, sering ia dengar, sering ia pikirkan, sering ia lakukan, sering ia yakini, sering ia ucapkan hingga lama kelamaan menjadi kebiasaan lalu menjadi karakter. Sangat penting memperhatikan tentang karakter ini, terutama bagi anak-anak kita yang masih berusia dini karena masa-masa kecil masa-masa terbaik dalam pembentukan karakter baik itu karakter buruk maupun karakter yang baik. Adapun 4 tips dalam membangun karakter baik pada anak semenjak dini adalah :

1. Mendidik anak dengan sepenuh baik dalam bersikap maupun memberikan keteladanan
Kita semua tentu sama-sama sepakat ya sesuatu yang dilakukan dengan setengah hati hasilnyapun tentu setengah hati. Maka untuk membangun karakter anak yang baik dan tangguh sejak kecil harus dimulai dari niat, ketulusan serta kasih sayang yang sepenuh hati dari ayah bundanya.

Setiap ayah bunda mesti jeli untuk membiasakan setiap kebaikan-kebaikan pada anaknya meskipun itu sangat sederhana semisal makan dan minum pakai tangan kanan, makan dan minum tidak boleh berdiri, ucapkan salam kalau mau masuk maupun keluar rumah, berdoa sebelum melakukan aktivitas, duduk dengan rapi dan mendengarkan dengan seksama jika ada orang tua yang berbicara serta karakter-karakter baik lainnya.

2. Konsisten dalam membangun karakter baik dalam diri anak
Tips yang kedua adalah konsisten dalam menanamkan kebaikan dalam diri anak, artinya dilakukan terus menerus, detik demi detik, jam demi jam , hari demi hari hinga tahun demi tahun. Kunci utama dari konsisten adalah keteladanan, jadi orang tua tidak hanya mendidik anaknya untuk menjadi baik dalam bentuk nasihat kata akan tetapi juga dalam bentuk sikap dan perbuatan. Karakter yang diajarkan pada anak-anaknya juga adalah karakter baik dari orang tuanya.

3. Orang tua jeli menemukan nilai lebih dari anaknya
Banyak karakter-karakter baik yang muncul ketika seorang anak mengetahui kalau dirinya memiliki keunggulan dan dari keunggulan tersebut ia menjadi berprestasi dan mendapat apresiasi. Setiap orang tua harus jeli melihat hal ini, dan kata kunci untuk menemukannya adalah disaat orang tua meyakini kalau setiap anak pasti memiliki bakat serta keunggulan alami.

Yang menyedihkan adalah ketika orang tua hanya memandang nilai lebih atau prestasi pada anaknya hanya dari sisi pelajaran akademis saja. Padahal banyak sekali aspek-aspek lain yang mungkin saja kelebihannya disana seperti bernyanyi, menjahit, berdagang, berpidata, serta berbagai rupa olahraga. Dengan seorang anak mengetahui kalau dirinya memiliki keunggulan maka akan membangun karakter mental yang bagus dalam dirinya salah satunya adalah percaya diri dan tentu juga karakter-karakter baik lainnya.

4. Mengenalkan ia pada sosok-sosok pribadi sholeh agar menjadi teladannya
Menjadi kebiasaan suatu masyarakat di zaman dahulu (saat ini sudah langka) yaitu semenjak anaknya kecil hingga beranjak remaja dibawa menemui para ulama, para syeikh dan ikut majelis-majelis pengajian. Minta dido’akan oleh para ulama tersebut agar menjadi anak yang sholeh atau sholehah.

Ini adalah cara efektif menanamkan karakter baik dalam diri seorang anak dengan mengenalkannya pada sosok-sosok pribadi shaleh. Selain itu orang tua juga bisa memberi mengenalkannya pada sosok-sosok para nabi dan rasul, para sahabat serta tokoh-tokoh hebat dalam islam melalui buku-buku anak maupun film-film positive untuk anak.