Benarkah Makanan Manis Bikin Anak Jadi Hiperaktif?

0
432

Orangtua biasanya tidak berani memberikan anak mereka terlalu banyak makanan manis agar si anak tidak jadi hiperaktif. Mitosnya, makanan manis yang mengandung gula dapat memberikan ‘energi’ berlebihan pada si anak sehingga jadi sulit diam dan hanya ingin berlari-lari. Benarkah mitos itu?

Menurut dr. Florentina Wahyuni dalam bukunya, Kontroversi 101 Mitos Kesehatan, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa gula dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Justru sebaliknya, gula dapat memberikan energi dan ketenangan pada anak-anak jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

“KONSUMSI GULA PADA ANAK TIDAK MEMBUAT DIA TERKENA HIPERAKTIF. NAMUN SEBAIKNYA TIDAK MEMBERI KONSUMSI GULA BERLEBIHAN TANPA BERUMUR ATAU MENYIKAT GIGI SETELAHNYA.”

Pada anak normal, gula tidak membuat hiperaktif. Namun pada anak yang menderita sindrom autisme atau memang sudah hiperaktif, gula dari sukrosa merupakan gluten terselubung dan energi yang dihasilkan bisa membuat anak semakin ‘lincah’ dan sulit dikendalikan.

Khusus anak yang menderita autisme gula yang terbuat dari fruktosa lebih aman dikonsumsi. Namun sekali lagi, meski tidak menyebabkan hiperaktif, sebaiknya konsumsi gula anak juga dibatasi. Jika anak tidak berkumur atau menyikat gigi setelah makan makanan manis, gigi mereka bisa cepat terserang karies atau keropos.

boy-958457_1280

Sumber: kontroversi 101 mitos kesehatan/dr. florentina wahyuni