Takut Tersedak Ayam? Jangan Panik, Ini Cara Penanganannya

0
1142

Orang tersedak sering kita temui sehari-hari, salah satunya adalah baru-baru ini seorang pria meninggal karena tersedak saat lomba makan KFC berhadiah 5M. Tersedak bisa terjadi pada siapapun termasuk teman dan keluarga kita baik yang masih anak – anak hingga dewasa. Tersedak atau ‘choking’ ternyata bukanlah suatu keadaan sepele.

Choking adalah salah satu kegawat daruratan medis yang jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kematian. Otak kita adalah organ yang sangat sensitif jika ada penurunan asupan oksigen. Hal ini terjadi saat seseorang tersedak karena benda asing akan menyumbat jalan napas atas sehingga kita tidak dapat bernapas dengan baik.

Otak akan mulai mengalami kerusakan setelah 6 menit dan akan rusak permanen jika tidak mendapat oksigen selama 10 menit. Saat seseorang kesulitan bernapas karena choking, kita HANYA memiliki waktu EMPAT menit sebelum terjadi kematian atau kerusakan otak – Henry Heimlich MD

1 2 3

Berikut ini penjelasan mengenai prosedur baku pertolongan choking yang dikenal dengan nama manuver Heimlich :

1. Memanggil bantuan. Minta orang lain memanggil ambulans atau nomer gawat darurat.

2. Berdirilah di belakangnya. Sambil berdiri di belakangnya, kita meminta korban untuk sedikit membungkuk dan merenggangkan kakinya. Mengepal tangan kanan dan bersiap memberi hentakan.

3. Memberi hentakan dengan kepalan tangan. Kepalan tangan kanan dikatubkan dengan tangan kiri lalu memberi tekanan pada dua jari di atas pusar. Tekanan diberikan ke atas dan belakang. Berikan tekanan sebanyak 5 hitungan lalu tanyakan apakah masih tersedak atau tidak. Prosedur ini diulangi hingga penyumbatnya keluar atau hingga tenaga bantuan tiba.

Cara di atas bisa dilakukan jika tidak ada orang yang menolong. Sumbatan juga bisa terjadi pada anak dan bayi. Sumbatan yang berat pada anak dapat dilakukan penatalaksanaan dengan Heimlich maneuver sampai benda tersebut keluar. Sedangkan pada bayi yang masih sadar, bisa dilakukan back blows sebanyak 5 kali yang diikuti dengan 5x chest thrust berulang-ulang sampai benda keluar atau jatuh tidak sadar. Jika bayi tidak sadar dan nadi tidak teraba, maka lakukan resusitasi jantung paru (RJP).

4Caranya back blows dan chest thrust pada bayi adalah:
1. Memanggil bantuan. Minta orang lain memanggil ambulans atau nomer gawat darurat.
2. Bayi posisi pronasi diatas lengan bawah tangan kanan kita.
3. Pegang rahang bayi untuk menopang kepala bayi dengan tangan kanan.
4. Lakukan back blow dengan tumit tangan kiri kita dengan kuat di antara tulang belikat korban sebanyak 5 kali. Kemudian posisi bayi dirubah ke posisi supinasi, dengan tangan kiri menopang kepala dan leher bayi yang ditempatkan diatas paha kita.
5. Lakukan chest thrust dengan posisi jari setingkat dibawah nipple bayi dan jari tengah dan manis disternum bayi untuk memberikan tekanan saat chest trust. Dilakukan sampai benda asing keluar. (dr. Seia Mahanani)