Tanda-Tanda Anak Mengalami Depresi atau Stress

0
409

Tidak hanya orang dewasa, ternyata anak-anak juga bisa mengalami depresi. Sebagai orang tua tentu kita harus tanggap dalam memahami buah hati kita, dan melakukan sesuatu yang terbaik bagi buah hati kita, agar buah hati kita lepas atau sembuh dari masalah ini. Dan inilah tanda-tanda buah hati kita merasa stress.

1. Terlihat sedih dan cepat marah

Orang tua mebutuhkan kepekaan yang lebih untuk memahami ciri ini. Bila sang anak yang tadinya ceria dan suka berlari-lari, namun tiba-tiba menjadi pemurung dan mudah marah, itu merupakan salah satu tanda bahwa buah hati kita sedang mengalami depresi.

2. Tidak memiliki gairah untuk bermain dan beraktivitas.

Coba perhatikan rutinitas buah hati kita. Misalnya, setiap sore biasanya dia biasa bermain bersama teman-temannya, namun tiba-tiba dia lebih suka mengurung diri dalam kamar dan melakukan segala sesuatunya sendirian serta terlihat malas melakukan sesuatu. Ini juga bisa menjadi salah satu cirri bahwa buah hati kita sedang mengalami depresi.

3. Tidak percaya diri terhadap lingkungan disekitarnya

Ini adalah pengaruh lingkungan yang sudah menyatu dengan karakter. Kita harus waspada bila buah hati kita sudah mencapai tarah ini. Anak yang tidak percaya diri biasanya lebih suka menutup diri dan susah bergaul dengan teman-teman sebayanya.

4. Susah tidur

Tidur sangat diperlukan oleh untuk seorang anak. Selain untuk mengumpulkan stamina juga bermanfaat untuk menyegarkan tubuh dan pemulihan sel-sel yang rusak karena aktivitas sehari-hari. Namun bila anak menjadi susah tidur, tentu juga akan membawa pengaruh negatif bagi sang anak. Terutama gangguan kesehatan fisik, yang dimana menyebabkan saraf pada otak menjadi tidak stabil.

5. Terlalu sensitif

Anak yang mengalami depresi biasanya cenderung emosional atau susah mengendalikan emosi mereka. Saat dinasihati sedikit saja, bila kurang berkenan di hati sang anak, maka anak akan cenderung marah dan terlihat “memberontak”.

6. Sering berkata dan bersikap kasar dalam bermain

Bila buah hati kita sering membanting mainan, memukulkan ke tembok, mengadu satu mainan dengan mainan yang lain dengan tidak sewajarnya, itu bisa menjadi tanda bila buah hati kita sedang mengalami depresi.

Untuk mengatasi hal di atas, tentu bisa dilakukan dengan tindakan pencegahan. Namun bila sudah terlanjur parah, dan kita tidak bisa menanganinya akan lebih baik bila menghubungi psikiater agar bisa ditangani secara lebih intensif.