Memotivasi Anak Agar Bisa Lebih Berprestasi

0
431

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Ada anak yang berprestasi di dalam bidang seni, ada anak yang berprestasi di bidang olahraga, ada anak yang berprestasi dalam bidang ilmu alam, ada anak yang berprestasi di bidang akademis, dan masih banyak bidang lain yang bisa menjadikan seorang anak disebut sebagai anak yang berprestasi. Namun kebanyakan orang tua hanya menilai prestasi anak dari bidang akademis saja. Padahal dalam bidang seni saja ada banyak sub-bidang yang lain yang bisa membuat anak bisa disebut sebagai anak yang berprestasi, misalnya dalam bidang melukis, bernyanyi, menari, dan masih banyak yang lain.

Pengenalan karakter pada anak sejak dini sangat dianjurkan. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua dalam mengenal karakter buah hatinya adalah pengenalan potensi anak. Dengan mengenal potensi dan bakat anak sejak dini, maka kita akan lebih mudah dalam memotivasi anak. Misalnya, buah hati kita berbakat di bidang tarik suara. Kita memotivasi sang buah hati dengan mengikutkan dalam lomba nyanyi, mengikut sertakan dalam kursus olah vokal, membelikan buku dan peralatan yang menunjang bakatnya, atau bisa juga dengan sekedar memberikan pujian-pujian atau kata-kata yang meotivasi agar sang anak lebih bersemangat menekuni bidangnya.

Meskipun bakat sang anak belum terlalu kelihatan pada usia dini, namun sebagai orang tua, kita tidak boleh meremehkan kemampuan anak, apalagi membanding-bandingkan dengan orang yang lebih hebat, apalagi yang jelas-jelas memiliki kemampuan yang berbeda dengan sang anak. Dalam hal membanding-bandingkan, biasanya orang tua suka membanding-bandingkan dengan saudara kandungnya. Yang terpenting di sini, janganlah kita menilai prestasi anak hanya karena mereka pernah menjadi juara atau tidak. Yang patut kita hargai dan kita puji adalah keberanian mereka saat memutuskan mau mengikuti lomba, dan usaha keras mereka dalam berlatih dan berusaha untuk menjadi juara.

Saat kita melihat sebuah potensi yang dimiliki oleh sang buah hati, kita tetap tidak boleh memaksa. Kita harus peka dalam hal ini. Berbakat dalam suatu bidang, bukan berarti anak akan langsung berminat dalam bakat yang dia miliki itu. Misalnya, kita tahu kalau buah hati kita memiliki suara yang bagus. Lalu kita memaksanya dengan mengikutkan pada banyak lomba dan kursus tehnik vokal. Itu bukanlah hal yang bijak.

Dengan memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak dia suka, kita malah bisa menghancurkan semangat dan ketertarikannya pada bakatnya. Meskipun buah hati kita memiliki suara emas sekalipun, kita juga harus memperhatikan kesiapan mentalnya, ketertarikannya pada bidang tarik suara, kecerdasan sosialnya, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya orang tua juga harus bersabar, peka, dan mau mendengarkan curahan isi hati sang anak. Biarlah anak berkembang mulai dari apa yang dia suka, bukan dari apa yang dia bisa.

Dan yang tidak kalah penting, kita juga harus menanamkan dalam diri sang anak, bahwa manusia memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda-beda. Dan dengan perbedaan itu, manusia akan saling membantu untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik, daripada saat melakukannya sendiri.