Hindari 9 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merawat Bayi

0
836

Tidak ada sekolah di dunia ini yang mengajarkan cara menjadi orangtua yang baik dan benar. Oleh karena itu anak pertama sebuah keluarga sering kali menjadi semacam ‘bahan percobaan’ menjadi orangtua. Ketahuilah 10 kesalahan umum yang dilakukan para orangtua saat merawat bayi mereka di tahun pertama, agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari.

1. Berharap bayi tidur nyenyak sepanjang malam
Kita mungkin berharap bayi akan tidur pulas sepanjang malam, agar kita juga bisa tidur nyenyak tanpa gangguan. Apa boleh buat, kenyataannya tidak demikian. Bayi baru lahir akan terbangun setiap 2-3 jam untuk menyusu. Bersabarlah karena bayi akan memiliki jadwal tidurnya sendiri ketika usianya semakin dewasa.

2. Mengabaikan kesehatan mulut bayi
Kesalahan lain yang perlu dihindari saat merawat bayi adalah mengabaikan kebersihan mulut bayi. Bayi baru lahir memang belum punya gigi, tetapi itu bukan berarti Anda tak perlu membersihkan rongga mulutnya. Gunakan kasa steril yang telah dicelupkan ke air matang untuk membersihkan lidah dan gusinya setiap sesudah menyusu.

3. Menganggap bayi muntah sesuatu yang wajar
Bayi gumoh atau muntah sedikit setelah menyusu terjadi karena sistem pencernaan bayi belum sempurna, dan semua bayi mengalaminya. Anda wajib waspada ketika gumoh semakin sering terjadi bersamaan dengan bertambahnya usia bayi. Bedakan muntah dan gumoh. Sementara muntah yang disertai ruam kulit dan bengkak merupakan pertanda bayi sedang mengalami alergi.

4. Tempat tidur bayi terlalu ramai
Meski bayi terlihat lucu saat ia sedang tidur dalam boksnya, jangan tergoda untuk menambahkan perlengkapan tidur yang berlebihan seperti guling, selimut berbulu yang terlalu tebal atau boneka. Bayi bisa tertindih bantal/ gulingnya dan mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome/ sindrom kematian bayi mendadak.

5. Menganggap bayi ‘baik-baik saja’ padahal ia sedang demam
Demam rendah pada bayi dianggap tidak berbahaya jika terjadi sesudah imunisasi dan hilang setelah 48 jam. Untuk bayi di bawah 3 bulan, segeralah ke dokter berapapun suhu demamnya.Tidak ada salahnya Anda memiliki termometer digital di rumah, karena meletakkan punggung tangan ke dahi anak tidak dapat diandalkan untuk mendeteksi demam.

6. Tidak percaya naluri
Kita mendapat dua macam anugerah saat menjadi ibu, yaitu anak-anak dan naluri ibu. Naluri ibu mirip indera keenam yang membuat ibu menjadi sangat peka terhadap segala hal terkait tata cara merawat bayi. Naluri ibu bukan kekuatan supranatural, namun bisa diasah dan menjadi lebih tajam ketika kita memiliki rasa sayang yang tulus untuk anak.

7. Panik karena anak tak segera bisa bicara
Anak sulung saya baru bisa bicara di usia 3 tahun, itu pun setelah menjalani terapi wicara selama beberapa bulan. Ia memiliki sindrom autisme dan itulah yang menjadi penyebab ia lambat bicara. Buanglah jauh-jauh kekhawatiran Anda jika anak tak kunjung bisa bicara, karena itu bukan berarti ia mengidap autisme atau lambat bicara. Anda harus membawa anak ke psikiater anak untuk mendapatkan pencerahan tentang apa yang dialami anak Anda.

8. Baby walker membuat bayi lebih lancar berjalan
Banyak orangtua yang mengira pengunaan baby walker akan membuat bayi lebih ‘fasih’ atau lancar berjalan. Pendapat ini keliru karena baby walker justru membahayakan keselamatan bayi. Baby walker bisa terbalik saat bayi terlalu keras menggerakkannya dan tubuhnya membentur meja atau kursi. Jika Anda terlanjur membeli baby walker selalu awasi bayi Anda saat ia sedang berada di dalamnya.

9. Tidak memasang car seat dengan tepat
Bacalah buku panduan untuk mengetahui cara memasang car seat yang benar. Jangan pertaruhkan keselamatan bayi Anda dengan memasang car seat secara asal-asalan, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan.