Lindungi Anak Kita Dari Kerasnya Bullying!

0
345

Bullying adalah Perilaku menyakiti orang lain baik secara verbal, fisik, maupun psikologis. Bullying kini banyak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Kasusnya pun bukan hanya dilakukan anak SMA, namun parahnya banyak juga kasus bullying yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar.

Beberapa minggu yang lalu kita dikagetkan oleh video yang berisi anak perempuan berjilbab yang dipukuli oleh teman-teman laki-lakinya secara bergantian di pojok ruang kelas. Sebelumnya juga ada kasus anak sekolah dasar yang dipukuli oleh temannya hingga meninggal dunia hanya karena tidaksengaja menabraknya hingga menjatuhkan pisang goreng yang dibawa anak tersebut.

Lalu beberapa hari yang lalu dunia pendidikan dikagetkan oleh kasus kekerasan yang dilakukan terhadap siswi sekolah dasar oleh 5 orang temannya, hingga anus Sang Koraban robek. Serta masih banyak lagi kasus-kasus bullying yang belum muncul ke permukaan.

Bullying seolah telah dekat denag kehidupan anak-anak sekolah. Banyak hal yang menyebabkan anak berperilaku Bulyying. Hal tersebut anatara lain pengaruh keluarga yang tidak harmonis, lingkungan sekolah yang kurang ramah, pengaruh video porno dan video kekerasan, dan sebagainya.

Siapa saja bisa menjadi korban bullying ini. Oleh karena itu Bunda perlu waspada dan selalu mengawasi anak. Berikut adalah beberapa tips mengawasi anak dari ancaman bullying:

  1. Selalu membiasakan bertanya kepada anak tentang kejadian-kejadian yang ia alami di sekolah. Hal ini merupakan suatu langkah untuk membiasakan agar anak terbuka kepada orang tuanya.
  2. Melihat ciri-ciri atau perubahan yang dialami anak. Aanak yang merupakan korban bullying biasanya menunjukkan perilaku pendiam, kesakitan, murung, mengurung diri, tidak nafsu makan, dan tidak mau pergi ke sekolah.
  3. Mengawasi tontonan anak. Pada kenyataannya banyak perilaku bullying yang dilakukan akan setelah mereka menonton film porno aksi maupun porno grafi. Oleh karena itu, mengawasi tontonan maupun internet anak menjadi hal yang penting.
  4. Menjaga keharmonisan keluarga serta tidak menunjukkan perilaku kekerasan dalam keluarga. Pasalnya anak yang tumbuh dalam keluarga yang sering terjadi kekerasan, akan cenderung menirukan perilaku tersebut.

Sumber : informaid.com