Obat-obatan yang Perlu Dihindari Selama Kehamilan

0
291

Sekitar satu dari 33 bayi lahir dengan cacat lahir setiap tahunnya. Sekitar 2% hingga 3% dari kejadian ini diyakini akibat dari paparan obat-obatan selama kehamilan. Oleh karena itu lebih baik kita menghindari obat-obatan yang tidak perlu selama 8-10 minggu pertama kehamilan.

Pada usia kehamilan ini, cikal bakal otak bayi Anda, jantung, dan paru-paru sedang mulai terbentuk. Pengaruh obat dapat menyebabkan cacat pada bagian-bagian tersebut. Bagaimana dampak obat-obatan selama kehamilan?

Obat-obatan yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir disebut sebagai teratogenic drug. Dampaknya tidak dapat diprediksi secara pasti, karena tergantung pada beberapa faktor:

  • Jenis obatnya
  • Dosis yang dikonsumsi
  • Frekuensi penggunaan
  • Perkembangan janin saat ibu mengkonsumsi obat
  • Reaksi janin dan tubuh ibu terhadap obat pun berbeda pada setiap orang
  • Faktor lainnya seperti penyakit yang diderita ibu.
  • Jika Anda harus mengkonsumsi obat-obatan, konsultasikan kepada dokter Anda terlebih dahulu.

OBAT YANG PERLU DIHINDARI SELAMA MASA KEHAMILAN

Menurut webMD, daftar bahan obat-obatan yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil adalah:

  • Aspirin
  • Ibuprofen untuk demam atau penghilang rasa sakit
  • Isotretinoin (sering terdapat pada obat jerawat)
  • Thalidomide (sering terdapat pada obat penyakit kulit)
  • Beberapa obat anti depresi
  • Lithium untuk pengobatan bipolar disorder
  • Phenytoin (Dilantin) untuk pengobatan ayan
  • Obat kemoterapi tertentu
  • Fluconazole untuk infeksi jamur
  • Albuterol untuk asma

TIPS BERMANFAAT

  1. Informasikan kapada dokter tentang obat-obatan yang Anda konsumsi, termasuk obat yang melalui resep dokter maupun tanpa resep (obat OTC), vitamin, dan terapi.
  2. Informasikan juga kepada dokter atau bidan bila Anda merokok, minum alkohol, ataupun pernah mengkonsumsi obat terlarang.
  3. Bila Anda mengkonsumsi obat karena penyakit kronis, jangan langsung menghentikannya atau mengurangi dosis tanpa rekomendasi dokter. Dokter mungkin dapat memberikan alternatif lain yang tidak berbahaya bagi janin.
  4. Konsumsilah folic acid sebelum masa konsepsi ataupun selama kehamilan, karena dapat menguragi risiko cacat pada bayi.

SUMBER