STUDI : Tak Hanya Berperan Sebagai Perasa, Cabai Juga Berfungsi Mengurangi Resiko Kanker

0
338

Saat musim penghujan seperti ini cabai adalah salah satu komoditas yang sulit dicari di pasaran. Tak heran bila akhir-akhir ini harganya melonjak naik. Bagi pecinta pedas, langkanya cabai dipasaran pasti sedikit membuat kesal. Namun tahukah kamu, cabai bukan hanya sekedar penambah selera makan atau perasa pedas. Cabai juga berfungsi mengurangi resiko terkena kanker.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di Cina, angka kejadian kanker cenderung rendah pada partisipan pengkonsumsi pedas. Peneliti dari Ruhr-University, Bochum, Jerman juga menemukan bahwa kinerja dari zat capsaicin mampu melawan kanker. Sebagai percobaan awal, mereka mencoba mengamati efek capsaicin terhadap sel-sel kanker payudara, tetapi bukan hanya jenis kanker payudara biasa.

Peneliti menargetkan sel-sel triple-negative breast cancer, jenis kanker payudara yang paling sulit disembuhkan, dengan kemoterapi sebagai satu-satunya pilihan pengobatan. Dalam ujicoba, peneliti menggunakan kultur jaringan SUM149PT yang merupakan model dari triple-negative breast cancer.

Ternyata ketika peneliti menambahkan capsaicin pada kultur jaringan SUM149PT selama beberapa jam atau hari, senyawa ini dapat mengaktifkan TRPV1, dengan cara menempel pada membran sel yang berada di ujung.

Ketika keduanya diaktifkan, kinerja sel kanker saat tumbuh terlihat melambat. Ini karena keberadaan keduanya mengakibatkan sel-sel tumor itu menjadi semacam ‘kelebihan muatan’ lalu mulai menghancurkan dirinya sendiri.

Weber menambahkan, akan tetapi capsaicin tidak akan efektif melawan kanker jika dikonsumsi secara langsung. Senyawa ini baru efektif digunakan jika diformulasikan dalam bentuk tablet dan dikombinasikan dengan obat-obatan lain yang juga menargetkan sel kanker.

SUMBER