 |
 |
 |
 |
|
Cetak Artikel Ini
|
|
SEX & MARRIAGE PROBLEM
|
|
4 Perbedaan Arti Seks Antara Kaum Adam & Hawa
Jika Anda masih meluangkan waktu untuk terus membaca artikel ini, hal itu bisa jadi pertanda ada suatu kendala yang Anda rasakan dalam menjalani aktivitas intim dengan suami. Tapi, untuk menentukan solusinya tak ada salahnya jika Anda terlebih dulu mencoba mengetahui perbedaan arti seks bagi Anda dan suami.
- Romantisme VS Seks Spontan. Diakui atau tidak sebagian besar wanita menilai seks sebagai aktivitas istimewa. Justru karena keistimewaannya inilah, tidak sedikit para istri yang masih berharap melakukan seks dengan persiapan khusus. Mandi hingga bersih, berpakaian seksi, menggunakan parfum yang menggoda, dan menyalakan lilin aroma terapi. Tak ada yang bisa menyangkal bahwa hubungan intim suami istri memang spesial karena merupakan komunikasi non-verbal yang intens, hanya saja ada kalanya suami mungkin menginginkan seks spontan –tanpa persiapan apapun. Saat menginginkannya, ia terkadang berharap untuk dapat menarik tubuh Anda dan langsung melakukannya. Tak mengidahkan bahkan jika salah satu dari Anda dalam keadaan berkeringat,dan...maaf...’sedikit bau’, mungkin karena ia baru pulang dari kantor, atau bahkan baru selesai mengotak-atik kendaraan di garasi.
- Cara Anda VS Keinginan Dia. Tahukah Anda, menurut seksolog Kelly J. Kenneth, M.Ed, laki-laki akan merasa tak berdaya bila seks selalu dilakukan dengan cara Anda. Lihatlah ini dari perspektifnya. Sebut saja, saat ini ia sedang bergairah dan ingin bercinta dengan Anda. Tapi, Anda berkata padanya, ‘’Saya akan ke kamar sebentar lagi, sana...mandi dulu...siap-siap di kamar, nanti saya menyusul...’’. Lalu suami Anda mandi, dan menunggu di kamar bahkan hingga 20 menit, bayangkan bagaimana perasaannya? Tak berdaya! Menurut Kelly, ini seolah-olah Anda berkata kepadanya, ‘’Aku akan melayani dirimu, tapi jika syarat-syarat yang aku ajukan kamu setujui...’’.
- Mengamankan Keadaan VS Benci Menunggu. Kaum wanita memiliki kecenderungan untuk memastikan tugasnya sudah selesai sebelum akhirnya setuju berhubungan intim. Sebut saja, memastikan anak-anak sudah dalam keadaan tidur, perlengkapan mereka untuk sekolah besok sudah siap, Bi Inah, dan si mbak sudah mendapatkan order tentang apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk besok, tak lupa mengingatkan mereka mengunci pagar dan pintu-pintu rumah. Intinya, Anda ingin semuanya sudah dalam keadaan aman terkendali saat akhirnya Anda memutuskan untuk bercinta. Untuk itu, jangan mengeluh jika saat Anda merasa segalanya sudah aman terkendali, si dia pun telah terlelap tidur di kamar...(dalam keadaan kecewa dan marah!).
- Berbagi 1001 Masalah VS Anti Tertekan. Banyak suami yang sudah tertekan di kantor, dan tertekan dengan bebannya sebagai kepala rumah tangga yang tentu saja dilarang menganggur alias dilarang tidak menghasilkan uang. Untuk itu, tidak sedikit kaum adam yang rela menjalani tugas-tugas yang mungkin tidak menyenangkan di kantor, atau bahkan mendapatkan perlakukan yang kurang mengenakkan dari atasan, namun tetap bertahan...demi keluarga. Saat pulang ke rumah, terkadang yang dibutuhkan adalah senyuman manis, pelukan hangat, bahkan...seks yang menggebu. Tetapi, apa jadinya jika saat pulang ke rumah Anda mulai berkeluh kesah dengan 1001 masalah...serba tertekan! Di kantor, dan di rumah! ‘’Laki-laki benci tekanan, sebab mereka sudah cukup merasakannya di kantor,’’ Kelly mengingatkan. Tunggu dulu...bukan berarti Anda tidak boleh berbagi dan mengeluarkan unek-unek pada suami. Hanya saja, alangkah baiknya jika Anda terlebih dulu membiarkan kekacauan perasaan Anda terlampiaskan di atas ranjang terlebih dulu hingga memuaskan kedua belah pihak. Setelah merasa lebih tenang, barulah bicarakan apa yang Anda ingin bagi. PG
Berkompromilah... Memang bagi wanita seks sangat terhubung erat dengan situasi emosi jiwa, dan kondisi fisik. Semakin banyak masalah, semakin merasa lelah, semakin mengikis gairah. Namun, ada kalanya suami merasa bahwa semakin ia merasa tak berdaya dengan masalah yang pelik, semakin ia membutuhkan seks untuk menenangkan kegelisahannya. Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk memperkecil perbedaan tersebut?
- Berkompromilah dengan diri sendiri. Cobalah untuk lebih menikmati hidup. Selalu ingatkan diri Anda bahwa tak ada masalah yang tidak memiliki solusi, dan jangan terlalu berpikiran buruk mengenai masalah hari esok yang belum tentu seburuk perkiraan Anda...berpikirlah positif.
- Ingatlah bahwa harta yang paling berharga buat Anda adalah keluarga. Keluarga tidak hanya anak-anak, tapi juga suami. Memberikan yang terbaik pada anak-anak tak kalah penting juga dengan membahagiakan suami.
- Berbahagialah dengan apapun yang Anda miliki. Yakinlah bahwa keluarga bahagia dimulai dari ibu atau istri yang bahagia. Dan, tidak perlu susah-susah untuk menemukan kebahagiaan. Syukurilah apapun yang Anda miliki, termasuk mensyukuri keberadaan keluarga tercinta.
|
|
|
Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are
not necessarily those of the editor and publisher.
While every case has been taken in the compilation
of materials in this site, Nasyith Majidi, the
editor and publisher of this site accepts no responsibility
for any errors or omissions therein. Readers are
advised to consult their medical practitioners
for advice on any health and parenting problems.
|
|
|
 |
|
|
|