Bagi banyak kaum hawa masalah berat badan merupakan isu yang sangat sensitif, selain usia. Itulah kenapa tidak sedikit diantara wanita yang rela melakukan diet demi menjaga bobot tubuh idealnya. Hanya saja saat hamil, banyak juga yang seolah melupakan hal tersebut. Alhasil, tidak sedikit wanita yang mengalami obesitas justru saat mengandung. Ya, atas nama cinta pada si kecil, para ibu hamil tidak segan-segan menyantap apapun dalam porsi jumbo hingga berat badannya melonjak jauh –bahkan ada yang hingga lebih dari 25 kg. Tapi, benarkah bahwa hal tersebut dilakukan semata-mata demi kebaikan si kecil? Menjawab hal tersebut, Dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Brawijaya Women & Children Hospital, mengungkapkan bahwa dalam kehamilan pun menjaga bobot tubuh tetap perlu dilakukan. ‘’Ada pendapat dalam masyarakat yang masih kerap berlaku. Persepsi bahwa ibu hamil makan untuk 2 orang –ibu dan bayinya. Justru pemahaman inilah yang membuat tidak sedikit ibu mengalami berat badan lebih dari seharusnya, bahkan hingga masuk kategori obesitas,’’ katanya. Padahal kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah hanya 25% lebih banyak dari kebutuhan normal sebelum hamil.
Beresiko
Meski terdengar sepele, ternyata obesitas dalam kehamilan bisa memuat sejumlah resiko tidak hanya bagi kesehatan ibu, melainkan juga janin. Bahkan untuk ibu, ada pula resiko jangka panjangnya. Inilah beberapa resikonya :
- Diabetes dalam kehamilan. Ini bisa terjadi bahkan jika dalam keluarga Anda tidak ada riwayat diabetes. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes dalam kehamilan dapat menjadi masalah serius bagi Anda dan si mungil. Pasalnya, ibu dan janin dapat terpapar dengan konsentrasi gula yang tinggi. Bahkan, hal ini dapat membuat Anda mengalami polohidramnion (kelebihan jumlah air ketuban) yang tidak menutup kemungkinan menggiring pada terjadinya persalinan prematur karena rahim menjadi terlalu besar.
- Bayi besar. Bayi bisa saja terlahir dengan bobot 4 kg. Bobot bayi yang besar meningkatkan resiko kelahiran caesar.
- Hipertensi dalam kehamilan.Kondisi ini tekanan darah tinggi ini tidak hanya dapat menyebabkan masalah pada ibu hamil, melainkan juga pada janinnya. Bagi ibu hamil, hipertensi dapat menyebabkan gangguan ginjal, sakit kepala, bahkan stroke. Sedangkan bagi janin, tekanan darah tinggi dalam rahim ibunya dapat menyebabkan kurangnya aliran darah ke plasenta, sehingga bayi bisa lebih kecil dari seharusnya atau yang populer disebut intrauterine-growth retardation (IUGR).
- Diabetes jangka panjang. ‘’Ibu yang mengalami obesitas dalam kehamilan memiliki resiko lebih besar untuk mengidap diabetes di usia 40 tahunan kelak,’’ tuturnya.
BUNDA, JAGA BERAT BADAN YA…
Sebenarnya menurut dokter Uf, kenaikan berat badan saat hamil sudah ada patokannya, sesuai dengan berat badan sebelum hamil. Inilah cara menilainya:
Kategori Berat Badan Sebelum Hamil
Kenaikan Berat Badan yang Diperbolehkan Selama Kehamilan
Under weight (Ibu yang kurus) 16 – 20 kg
Normal weight (Berat badan normal) 11 – 16 kg
Over weight (Ibu yang gemuk) 6 – 11 kg
Obess (Ibu yang obesitas) Sampai dengan 6 kg
Nah, kategori penentuan berat badan sebelum hamil dapat dilihat dari nilai BMI (Body Mass Index), sebagai berikut:
BMI = BB (kg)
TB (m) x TB (m)
Sementara itu, dr.Phaidon L. Toruan, MM, dalam bukunya “Fat-loss Not Weight-loss” menyebutkan bahwa di Amerika Serikat, pada 1998 NHILBI (The National Heart, Lung, and Blood Institute) mengklasifikasikan obesitas berdasarkan nilai BMI sebagai berikut?
BMI Klasifikasi
Kurang dari 18 Underweight ( sangat kurus)
18 – 24,9 Normal weight (bobot normal)
25 – 29,9 Overweight (gemuk)
30 – 34,9 Obesitas kelas 1
35 – 39,9 Obesitas kelas 2
Lebih dari 40 Obesitas ekstrim
Jadi, mulai sekarang aturlah pola makan Anda. Walau sedang hamil, bukan berarti Anda boleh makan sesuka hati ya bunda! PG
5 Tips Menghindari Obesitas Dalam Kehamilan
Ingin menghindari obesitas dalam kehamilan? Ikutilah tips dari Dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Brawijaya Women & Children Hospital, berikut ini:
- Jaga asupan nutrisi agar kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan.
- Rutinlah berolahraga, sesuai dengan usia kehamilan. Olahraga yang aman saat hamil diantaranya adalah jalan kaki, berenang, dan senam hamil.
- Cukup minum, agar tidak dehidari. Kebutuhan tubuh Anda terhadap cairan adalah sekitar 2,5 – 3 liter perhari.
- Konsumsilah makanan cukup serat, ini baik untuk membantu melancarkan sembelit. Pasalnya, salah satu cara untuk menjaga bobot tubuh ideal adalah mengupayakan kebutuhan tubuh akan nutrisi seimbang dengan pengeluaran (buang air besar).
- Bila kenaikan berat badan Anda mulai tak terkendali, cobalah berkonsultasi juga dengan dokter spesialis gizi, dengan demikian Anda dimungkinan untuk memperoleh panduan yang benar dalam menentukan pola makan sesuai kondisi dan kebutuhan tubuh Anda.