Cetak Artikel Ini  
Health & Safety - Newborn
Pregnancy & Birth Problem | Newborn | Kids Clinic | Breastfeeding
2 Kunci Utama Mengasuh Buah Hati Pengidap Cerebral Palsy

Saat pertama kali mendekap tubuh mungil si buah hati, apa kiranya yang Anda rasakan? Tentu rasa bahagia dan haru akan lebur menjadi satu. Namun, bagaimana jika tak lama kemudian Anda mengetahui bahwa si kecil mengidap Cerebral Palsy (CP)?

Cerebral Palsy (CP) meski tak mungkin dikehendaki orangtua manapun tapi toh, kondisi ini nyatanya ada dan bisa saja menyerang bayi manapun.  Terutama, bayi-bayi yang terlahir dengan sejumlah resiko. Menurut Dr. Herbowo AF Soetomenggolo SpA, dokter spesialis anak RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta, penyebab CP adalah akibat adanya kelainan atau gangguan pada saraf yang terjadi ketika perkembangan otak belum sempurna. ‘’Biasanya CP terjadi pada bayi  usia di bawah 2 tahun.  Bahkan, 70%-80 % gangguan terjadi justru saat masih di dalam kandungan. Keadaan-keadaan yang merupakan risiko tinggi cerebral palsy adalah bayi dengan berat badan lahir rendah, sesak saat lahir, prematur, pertumbuhan janin terhambat, perdarahan otak, hiperbilirubinemi berat (bayi sangat kuning) dan infeksi otak,’’ terang dokter  jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Sementara itu, Steven J. Bachrach, MD, Chief Division of General Pediatrics di Alfred I. duPont Hospital for Children Wilmington, DE menyebutkan bahwa CP dapat digolongkan ke dalam 3 tipe, masing-masing spastic, athetoid, dam ataxic. ‘’Namun, tipe yang paling umum ditemukan adalah spastic. Anak-anak dengan CP spastic tidak bisa melemaskan otot-ototnya, atau terjadi kekakuan otot,’’ katanya dalam situs kidshealth.

BISA TERDETEKSI SEJAK AWAL

Hampir semua ahli kesehatan akan menyebutkan bahwa penyakit apapun bila terdeteksi sedini mungkin, dan memperoleh intervensi tepat secepatnya, akan memberikan hasil koreksi yang lebih baik. Hal serupa berlaku juga dalam kasus bayi CP. ‘’Dengan pengamatan yang baik CP sudah dapat dideteksi  pada usia bayi 2 minggu pertama. Tetapi mayoritas diketahui pada usia 1-2 tahun,’’ ucap dokter berusia 34 tahun itu.

Faktor yang tak kalah penting dalam pendeteksian, lanjutnya, adalah peranan orangtua dalam mengamati perkembangan buah hatinya. Perlu dipahami,  CP merupakan gangguan motorik atau postural. Jadi gejala awal yang timbul di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Keterlambatan perkembangan motorik
  2. Tubuh terlihat sangat kaku atau sangat lemah dan timbul perubahan postur tubuh (tidak fleksibel seperti bayi pada umumnya).
  3. Terdapat gejala yang menyertai seperti :
  • Kesulitan makan (kesulitan menghisap atau mengunyah)
  • air liur menetes berlebihan
  • Iritabilitas berlebihan (bayi sering menangis terus menerus).
 SIAP MENTAL
 Meski tidak dikehendaki, bila memang buah hati Anda terdiagnosis CP, tak ada pilihan lain selain menerimanya dengan ikhlas. Tak hanya itu, kesiapan mental Anda dan suami pun sangat diperlukan, sebab si kecil tentu akan sangat memerlukan dukungan dan perhatian orangtuanya agar ia dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuannya. Perlu digarisbawahi juga, masih menurut  dr.

Herbowo, Anda  sebaiknya membawa buah hati tercinta  untuk menjalani rehabilitasi medik seperti  fisioterapi. ‘’Dengan fisioterapi yang baik maka akan sangat mengurangi kekakuan pada anak CP. Kekakuan yang berkurang akan membuat anak lebih nyaman sehingga iritabilitas berkurang, anak lebih mudah mengunyah makanan. Diharapkan pula, dengan program rehabilitasi medik yang baik maka anak suatu saat  dapat mandiri dalam mengurus dirinya sendiri,’’ ucapnya.

Tak kalah penting, Anda juga tak boleh berkecil hati sebab harapan sembuh tentu akan tetap ada. ‘’Pada CP ringan, anak akan dapat mengejar ketertinggalannya. Sedangkan, pada CP yang berat, anak akan dilatih hingga ia dapat mengurus dirinya sendiri,’’ tutur dr. Herbowo. Maksud mengurus diri sendiri terutama dalam melakukan aktivitas dasar pribadi. Sebut saja, mandi dan menjaga kebersihan diri, makan, dan minum bahkan memakai pakaian sendiri.

Nah, jadi bila buah hati Anda beresiko mengalami CP, periksakanlah ke klinik tumbuh kembang. Apapun hasilnya terimalah dengan lapang hati sebagai karunia terindah yang dititipkan Tuhan YME kepada Anda dan suami tercinta. PG



Jangan Menyerah! Ikuti 2 Kunci Utamanya...
Dianugerahi anak berkebutuhan khusus akan membuat Anda menjadi orangtua yang teristimewa sebab, hanya orangtua tangguh yang dapat melewati beragam rintangan dalam membesarkan si buah hati. Jika si kecil ternyata CP menurut Dr. Herbowo AF Soetomenggolo SpA, dokter spesialis anak RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta, sebaiknya Anda :
  • Latihlah anak  terus-menerus secara berkesinambungan. Sebab, tanpa latihan maka kemampuan anak semakin berkurang, sebaliknya semakin banyak latihan, maka akan semakin mudah bagi si kecil dalam menjalani segala kegiatan sehari-hari.
  • Jangan berhenti ditengah jalan. Memeriksakan bayi Anda ke klinik tumbuh kembang, dan mengikuti terapi yang dianjurkan memang membutuhkan komitmen dan konsistensi, bahkan hingga bertahun-tahun. Jangan menyerah. Tetaplah bersabar dan berusaha membantu tumbuh kembang buah hati Anda sebaik-baiknya.

Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.

 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote