Saat hasil tes darah menunjukkan angka bilirubin tinggi, dokter akan meminta supaya bayi tidak meninggalkan rumah sakit. Pasti berat rasanya meninggalkan si kecil sendirian di sana. Bagaimana kita bisa menolongnya?Malam itu Silvia berkemas membereskan barangnya karena dokter bilang, jika tidak ada halangan, besok pagi dia boleh membawa bayinya, Erlando, pulang ke rumah. Namun, tiba-tiba suster datang membuyarkan kegembiraannya karena tes darah terakhir Erlando terkena menunjukkan angka bilirubinnya cukup tinggi, mencapai angka 15. Itu berarti, jagoan kecilnya tidak diizinkan meninggalkan rumah sakit dan harus menjalani perawatan sampai dengan bilirubinnya normal kembali.
Dada Silvia terasa sesak. ”Bagaimana mungkin aku harus pulang, sementara Erlando harus menginap sendirian di rumah sakit? Bagaimana aku bisa tidur nyenyak, jika membayangkan Erlando tengah malam terbangun, menangis mencari susu? Apakah suster akan menggendongnya dengan rasa sayang seperti aku? Tuhan, bagaimana aku bisa menolongnya?”
Sakit Kuning
Penyakit kuning atau jaundice merupakan kondisi umum yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Ini adalah perubahan warna kulit atau mata menjadi kekuningan yang disebabkan oleh sisa buangan dalam tubuh yang disebut bilirubin yang menyebar ke seluruh tubuh. Fungsi hati pada bayi yang belum sempurna, tidak mampu menyerap bilirubin secara cepat sehingga membuat tubuh bayi terlihat menguning. Penyakit ini biasa dialami oleh bayi prematur, bayi yang kekurangan cairan, bayi yang mengalami kelainan hati, dan bayi yang mempunyai rhesus darah yang berbeda dengan ibunya. Penyakit kuning yang normal biasanya diawali pada saat bayi usia 2 atau 3 hari, memuncak pada usia 4 sampai 5 hari, kemudian menghilang dengan sendirinya pada usia 2 minggu.
Menurut Clair Schwendeman, MD, neonatologi dari Medical City Children’s Hospital, Dallas, Texas, untuk mengatasi kadar bilirubin bayi yang tinggi diperlukan fototerapi. Terapi tersebut dilakukan dengan cara menempatkan bayi di bawah lampu biru khusus dengan pakaian seminimal mungkin, dengan diberikan penutup mata. Lampu tersebut diberikan untuk membantu mengurangi kadar bilirubin dalam darah.
Sebenarnya, sinar matahari di pagi hari antara pukul 7 sampai 9 pagi juga sangat membantu untuk menurunkan bilirubin. Namun, ketidakpastian cuaca dan hadirnya sinar matahari di pagi hari, membuat rumah sakit lebih merekomendasikan untuk memberikan fototerapi bagi bayi.
Sakit Kuning dan ASI
Saat bayi menderita sakit kuning, biasanya banyak saran terdengar untuk memperbanyak pemberian ASI supaya bilirubinnya segera turun. Menurut dr. Muriana Novariani, Sp.A., sebenarnya ASI bukanlah obat yang bisa secara langsung menurunkan bilirubin. Ada dua istilah yang berhubungan dengan sakit kuning dan ASI :
- Breastmilk jaundice. Pada kasus ini, sakit kuning disebabkan adanya beberapa kandungan enzim yang mengganggu metabilisme bilirubin. Pendapat ini menuai konntroversi karena konsekuensinya melarang ASI sendiri. Tapi karena tidak ada cukup bukti untuk menghentikan ASI, maka pemberian ASI pada kelompok ini tetap diteruskan karena sakit kuning pada kelompok ini termasuk dalam jenis normal dan akan hilang dengan sendiri sendirinya.
- Breastdfeeding jaundice. Sakit kuning pada jenis ini disebabkan ASI yang kurang lancar, sehingga bayi kekurangan cairan dan terjadi peningkatan sirkulasi bilirubin. Oleh karena itu, susuilah bayi Anda minimal delapan sampai dua belas kali sehari. Masuknya cairan ASI yang cukup membuat bayi lancar saat buang air besar dan air kecil, sehingga bilirubin dalam darah dapat dipecahkan.
Waspadai Kernicterus!
Meskipun tidak banyak terjadin, namun pada beberapa kasus ditemukan kadar bilirubin bayi yang sangat tinggi, hingga mencapai lebih dari 25 mg/dL. Penumpukan bilirubin menyebabkan Kernicterus, dimana sebagian otak mengalami pencemaran oleh bilirubin. Kernicterus bisa menyebabkan lumpuh karena otak yang luka (cerebal palsy) dan sistem syaraf yang tidak normal sepanjang hidup. Oleh karena itu, jika bilirubin bayi menunjukkan angka yang tinggi, maka dokter perlu memberikan perhatian khusus dengan melakukan pemeriksaan darah secara rutin setiap hari, untuk selalu memantau keadaan bayi.
Tetap Tenang dan Optimis
Hati siapa yang tega meninggalkan bayi yang baru dilahirkan, sendirian di rumah sakit? Berbagai pikiran pasti mengganggu hati seorang ibu saat meninggalkan bayinya di rumah sakit. Tapi Anda perlu tahu bahwa secara umum, sakit kuning bukanlah penyakit yang berbahaya. Terapi yang diberikan pihak rumah sakit kepada bayi yang menderita penyakit kuning adalah dengan memberikan fototerapi adalah solusi yang tepat. Lalu bagaimana cara kita menolongnya? Jika dokter meminta anak Anda untuk tetap tinggal di rumah sakit karena bilirubin yang tinggi, maka yang sebaiknya Anda lakukan adalah :
- Pulang dan beristirahatlah. Anda baru saja selesai menyelesaikan sebuah ”pekerjaan besar”. Anda perlu istirahat yang cukup untuk mengembalikan kondisi untuk segera pulih seperti semula.
- Mintalah informasi kepada petugas mengenai kapan saja Anda boleh menjenguknya. Datanglah kembali setelah Anda beristirahat dengan cukup. Si bayi pasti juga merasa bahagia bertemu dengan Ibunya dalam kondisi yang bugar dan berseri.
- Tetap susui bayi Anda selama tidak ada larangan dokter dengan alasan yang jelas. Mintalah ijin kepada petugas untuk memberikan ASI sebanyak mungkin setiap kali jam makannya. Ingatlah, ASI adalah makanan terbaik untuknya. Peras, simpan, dan berikanlah ASI kepada petugas untuk diberikan kepada bayi saat Anda tidak berada di dekatnya.
- Berpikir positif. Anda harus yakin bahwa usaha yang sedang dilakukan adalah demi kebaikan si bayi. Yakinlah bahwa bilirubin segera turun, dan si mungil akan segera pulang ke rumah. Pikiran positif akan selalu memberi semangat saat hari-hari terasa melelahkan.
- Jagalah kondisinya. Saat bilirubin sudah kembali normal dan si bayi boleh dibawa pulang, jagalah kondisinya dengan memberikan ASI yang cukup supaya tidak kekurangan cairan dan rajin menjemurnya di saat matahari pagi bersinar antara jam 7 sampai 9. Sinar tersebut sangat bermanfaat untuk membantu memecah bilirubin bayi. Selain itu, patuhilah jadwal kontrol dokter, supaya perkembangan kondisi bayi dapat dipantau.
Jangan panik, saat dokter menyatakan bayi mengalami sakit kuning. Bersikap tenang dan berfikir positif adalah cara kita menolong bayi saat menjalani perawatan. Yakinlah dalam beberapa hari bilirubinnya akan turun, dan Anda akan bisa memeluk dan membawanya pulang ke rumah kembali.