Cetak Artikel Ini  
As They Grow - 1 Year
Jangan Ambil Empengku!

Memberikan empeng kepada bayi seperti makan buah simalakama. Empeng membuat bayi menjadi tenang, namun juga bisa membuat bayi ketergantungan. Lalu harus bagaimana?

Pada awalnya, Lia sangat berterimakasih pada benda kecil bernama empeng. Karena berkat jasanya, bayinya, Fabio (1 tahun) menjadi tenang. Tangisan dan kerewelannya bisa diatasi jika di mulutnya sudah ada empeng yang tertancap. Namun sekarang Lia kebingungan, karena Fabio seperti orang kecanduan. Dia senang menghisap empeng seharian, kecuali saat makan. Dia terlihat sangat nyaman dan bahagia saat mengempeng. Suatu hari, Lia lupa membawa empeng, saat melakukan perjalanan ke luar kota bersama bayinya. Maka perjalanan menjadi sangat tidak menyenangkan karena Fabio rewel dan menangis berkepanjangan, gara-gara tidak bertemu empeng kesayangannya. Empeng yang tadinya berfungsi untuk menenangkan bayinya, sekarang menjadi sumber masalah kerewelannya.

Lia menjadi bingung, bagaimana menghentikan kecanduan Fabio pada empeng. Namun dia membayangkan jika hal itu dilakukan, pasti Fabio akan mengamuk sambil berteriak-teriak, ”Mpeng..., mpeng!” dengan penuh kesedihan, seolah hendak dipisahkan dengan orang yang disayanginya. Di satu sisi empeng berjasa karena bisa membuat Fabio tenang sepanjang hari, namun di sisi lain, Lina tidak rela bayinya kecanduan pada benda kenyal bernama empeng tadi.

Kontroversi
Penggunaan empeng sampai saat ini masih menuai kontroversi. Banyak orangtua berterimakasih pada empeng karena jasanya yang berhasil menenangkan para bayi dari kerewelan. Namun banyak juga orangtua  yang merasa empeng hanya bisa memberikan kenikmatan sesaat, namun menciptakan masalah baru karena susah terlepas dari ketergantungan pada empeng. Penelitan dari Mayo Clinic Health Policy Center, menemukan  pendapat pro dan kontra mengenai penggunaan empeng untuk si kecil.

Kelompok Pro
Kelompok ini menyatakan kesetujuan akan penggunaan empeng pada bayi karena memberikan beberapa keuntungan :
  • Empeng bisa menenangkan bayi. Banyak bayi merasa bahagia saat menghisap sesuatu dalam mulutnya.
  • Empeng bisa menolong di saat-saat penting. Saat kita memerlukan waktu untuk menyiapkan makan bayi, atau saat bayi harus menjalani tes darah, empeng sangat berjasa untuk mengalihkan perhatian bayi.
  • Empeng bisa mengantarkan bayi untuk tidur. Untuk bayi yang mempunya masalah susah tidur, menghisap empeng bisa membuatnya menemukan rasa tenang dan nyaman hingga tertidur.
  • Empeng bisa mengurangi resiko Suddent Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindroma bayi meninggal mendadak. Menurut penelitian terdapat hubungan antara penggunaan empeng selama bayi tertidur dengan pengurangan resiko SIDS. Hal tersebut dipengaruhi posisi muka bayi yang terlentang (karena mulutnya mengempeng), sehingga pernafasannya  lebih lancar.
  • Empeng mudah disingkirkan. Jika tiba saatnya berhenti menggunakan, empeng bisa langsung dibuang. Lebih susah menghentikan bayi yang senang menghisap jempol, karena jempol menempel terus di badan, sehingga tidak mudah dilepaskan.
Kelompok Kontra
Kelompok ini tidak menyetujui pemberian empeng kepada bayi karena bisa membawa banyak akibat negatif seperti :
  • Mengganggu proses menyusui. Menghisap puting ibu tentu berbeda dengan menghisap empeng atau botol susu. Pemberian empeng terlalu dini membuat bayi mengalami “bingung puting”.
  • Membuat bayi mengalami ketergantungan. Kebiasaan bayi menghisap empeng saat tidur, bisa mengakibatkan Anda harus sering terbangun di tengah malam, saat bayi menangis karena empengnya terlepas dari mulut.
  • Meningkatkan resiko bayi terkena infeksi telinga. Aktivitas menghisap empeng dapat menarik cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinga. Hal ini memudahkan bayi terkena infeksi saluran telinga.
  • Menggangggu pertumbuhan dan struktur gigi geligi anak. Penggunaan empeng dalam waktu lama, melewati satu tahun pertamanya, bisa mengakibatkan pertumbuhan gigi depan anak maju ke depan (tonggos).
  • Tidak adanya jaminan kebersihan. Empeng yang terjatuh, kotor, dan tidak higienis, bisa menyebabkan masuknya bibit penyakit ke tubuh anak.
Boleh atau Tidak?
Keputusan untuk memberikan empeng kepada bayi atau tidak, berada di tangan orangtua. Dengan mencermati alasan pro dan kontra terhadap penggunaan empeng, orangtua hendaklah membuat keputusan dengan mempertimbangkan untung ruginya, untuk memberikan yang terbaik untuk bayi. Apapun keputusan orangtua, saat melewati satu tahun pertamanya, bayi seharusnya sudah terbebas dari empeng. Karena pemakaian empeng dalam waktu lama, bisa berdampak negatif, antara lain mempengaruhi pertumbuhan gigi anak. Bagaimana caranya supaya kita sukses menghentikan kebiasaan menghisap empeng!
  • Jangan terlalu mudah memberikan empeng. Setiap kali anak rewel, tidak ada alasan bagi Anda untuk selalu memberikan empeng. Bayi rewel bisa disebabkan kelelahan, bosan, atau tidak nyaman dengan pakaian. Lebih baik cari tahu penyebab kerewelannya terlebih dahulu, dan berikan solusi sesuai dengan penyebabnya.
    lihkan perhatiannya. Ajaklah bayi Anda bermain, bernyanyi, dan bercerita supaya bayi merasa nyaman dan lupa pada empengnya. Daripada dia mengempeng, lebih baik berceloteh sembari mengasah kemampuan bicaranya.
  • Kenalilah kebiasaannya. Misalnya pada jam makan, jangan terlambat atau menunda-nunda memberi makan bayi, sehingga Anda tidak perlu memberinya empeng saat menunggu Anda menyiapkan makanannya.
  • Jangan mudah jatuh kasihan. Anda harus sabar dan konsisten untuk menjaga niatan melepaskan empeng dari bayi. Tahan perasaan Anda, untuk tidak memberinya empeng lagi saat rewel. Yakinlah bahwa ini adalah proses yang harus dihadapi anak menuju kebaikan. 
  • Simpanlah empeng di tempat yang tidak terlihat, supaya tidak menggoda anak untuk memakainya lagi.
  • Curahkan rasa cinta dan kasih padanya, untuk membuat bayi merasa aman dan nyaman saat berada di dekat Anda.
Keputusan memberikan empeng atau tidak,  hendaklah selalu memperhatikan kebaikan anak. Jangan sampai  pemberian empeng berhasil menyelesaikan masalah bayi rewel, tapi menimbulkan masalah baru yang lain.

Cepat Bosan dengan Mainan

Mainan di tangan, tak pernah bertahan lebih dari lima menit. Baru sebentar dimainkan, ganti yang lain lagi. Kenapa anak cepat bosan dengan mainan ya?

Sebagai anak kedua, Nico (1,5 tahun) mendapatkan banyak warisan mainan dari kakaknya, Roni. Tapi, berbagai mainan yang cukup lengkap tadi, sepertinya tidak menarik bagi Nico. Mainan yang dipegangnya,  tidak pernah bertahan lebih dari lima menit. Dia pasti mencari mainan yang lain,  begitu seterusnya. Dan yang membuat heran sang mama, Susan, adalah, mengapa Nico cepat bosan dengan mainan, tapi malah bisa ”anteng” dan bertahan cukup lama saat membongkar isi tas papa, mengeluarkan isi kulkas, atau membongkar panci-panci di rak dapur, yang notabene bukan mainannya?

Cepat Bosan?
Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak bisa mengasah banyak keterampilan, antara lain kemampuan fisik, motorik kasar dan halus,  kognisi, bahasa, sosial, emosi, dan ketajaman panca indera. Susan mengkhawatirkan perkembangan Nico tidak bisa optimal karena selalu cepat bosan saat memegang mainan. Tapi Susan lupa, bahwa bermain tidak harus menggunakan mainan buatan pabrik saja. Benda apapun bisa menjadi mainan bagi anak selama dia merasa senang, dan menemukan kebahagian saat memainkannya. Semahal apapun mainan yang diberikan kepada anak, tapi dia tidak bisa menikmati permainannya, itu bukanlah saat yang menyenangkan baginya. Menurut psikolog, Pratiwi Krisnawati, Psi., beberapa faktor yang menyebakan anak cepat bosan dengan mainan adalah :
  • Tidak sesuai dengan usianya. Dalam kemasan, biasanya dituliskan informasi yang menerangkan mainan tersebut untuk anak usia tertentu, dan menunjukkan tingkat kesulitan dan keamanannya. Pemberian mainan yang tidak tepat levelnya, membuat anak menjadi bosan, tertekan dan putus asa saat tidak berhasil menyelesaikan tantangannya.
  • Terlalu banyak mainan. Banyaknya mainan yang tersedia bukan berarti anak menjadi kreatif, tetapi malah membuat anak tidak fokus saat bermain. Batasi jumlah mainan yang dikeluarkan, supaya  anak bisa lebih berkonsentrasi saat memainkannya. Saat anak ingin berganti mainan yang lain, ajaklah terlebih dahulu untuk membereskan dan menyimpannya.
  • Tak ada pendamping. Jika anak dibiarkan bermain sendirian tanpa teman, tentu saja dia akan merasa kesepian dan bosan. Jika Anda harus memasak atau membereskan rumah, dekatkan tempat bermain anak dengan Anda. Sehingga komunikasi tetap terjalin, walau Anda tidak berada tepat di sebelahnya
  • Monoton. Cara bermain yang monoton dan tidak kreatif membuat anak cepat bosan. Menyusun lego setiap hari, tentu membuat anak lama-lama menjadi bosan. Tetapi, jika menyusun lego sambil bernyanyi, tebak-tebakan warna dan berhitung, membuat acara menyusun lego menjadi menyenangkan.
Bermain = Belajar
Benda-benda apapun yang ada di sekitar, bisa menjadi mainan bagi anak. Alat make-up mama di meja rias, panci-panci di dapur, isi tas ransel papa, handphone, sampai dengan barisan semut yang sedang pawai di lantai, bisa menjadi objek perhatian si kecil. Berbekal rasa keingintahuan yang besar, si kecil melakukan eksplorasi dengan menyentuh, memegang, meremas, bahkan melempar benda yang menjadi perhatiannya. Semua itu dia lakukan untuk memuaskan rasa keingintahuannya yang besar.  Bermain dengan eksplorasi, membuat anak mendapatkan berbagai pengalaman yang menyenangkan dan menambah pengetahuannya. Orang tua harus kreatif menciptakan permainan supaya anak tidak mudah bosan dan bisa memetik pelajaran dari setiap permainan. Berikut, manfaat dan inspirasi permainan yang menyenangkan dan tidak mudah membuat anak bosan :
  • Fisik. Bermain bola sangat menyenangkan untuk dilakukan anak karena bola bisa ditendang, dilempar, ditangkap, digelindingkan, dipatulkan. Bermain dengan menggerakkan seluruh anggota tubuh akan membuat badan sehat.
  • Motorik kasar dan halus. Bernyanyi ”Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” sambil melakukan gerakan, membuat anak belajar mengkoordinasikan mata, mulut, tangan, dan kaki.
  • Sosial. Ajaklah anak bermain bersama teman-temannya, dan ajarkan  berbagi mainan dan makanan, untuk mengasah kemampuan sosialnya.
  • Bahasa. Bermain menggunakan boneka dengan berbagai suara sangatlah seru. Libatkan anak sebagai pengisi suaranya, maka dia sedang mengasah keterampilan bahasanya.
  • Emosi. Bermain lompat jongkok dengan puas akan melepaskan energi negatif anak. Sehingga setelah bermain anak menjadi tenang dan tidak rewel lagi.
  • Kognisi. Dengan melakukan eksplorasi saat bermain, anak menambah pengetahuannya tentang konsep benda, warna, hitung, dan lain sebagainya.
  • Ketajaman panca indera. Bermain air, bermain tanah, bermain plastisin, mencium berbagai aroma, dan mencicipi berbagai rasa, mengasah ketajaman anak dalam melihat, mendengar, meraba, mencium, dan merasa.
Saat anak terlihat bosan dengan mainannya, segeralah Anda memutar otak, untuk menemukan  permainan kreatif untuknya. Jangan sampai banyak manfaat yang bisa dipetik dalam bermain, terlewat begitu saja.

Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.

 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote