“Mama, kenapa adik minum ASInya susah? Sebentar-sebentar menangis sambil goyangkan kepala? ASI-ku juga susah keluarnya. Cepetan jawab ya, Ma. Aku bingung, adik rewel terus, nih! Thanks.”Demikian bunyi email yang dikirim Arin di Jepang, untuk Mamanya di Indonesia. Hidup jauh di negeri orang, membuatnya harus mandiri. Keinginan besarnya memberikan ASI terbaik untuk si kecil, ternyata terhadang masalah. Si kecil tidak pernah tenang saat menyusu, bahkan seolah marah karena tidak tuntas menyusunya. Arin juga khawatir ASI-nya tidak cukup untuk anaknya karena merasa ASI-nya tidak bisa keluar banyak.
Kebahagiaan Berdua
Jadikan aktivitas menyusui menjadi sumber kebahagiaan berdua, ibu dan anak. Kegiatan ini bukan semata-mata masalah memberi ”makan” kepada anak. Rasa kenyang bayi setelah menyusu, menjadi tidak sempurna jika disertai dengan rasa sakit yang ibu rasakan akibat luka pada puting. Meskipun ibu tetap memaksakan menyusui, tapi rasa nyeri cukup mengganggu proses pemberian ASI. Namun, saat kedua pihak merasakan kenyaman, maka kontak batin yang mengalirkan rasa bahagia, aman terlindungi, dan percaya diri mengalir semakin kuat. Segera cari jalan keluar, jika salah satu pihak merasakan ketidaknyaman saat proses menyusui, supaya kebahagiaan tetap bisa dirasakan berdua.
Pelekatan yang Benar
Pelekatan (latch on) bayi saat menyusui sangat mempengaruhi keberhasilan proses menyusui. Jika dilakukan dengan benar, maka ASI akan mengalir lancar, ibu dan anak akan merasa nyaman. American Pregnancy Association menyarankan teknik pelekatan bayi yang benar sebagai berikut :
- Arahkan muka bayi menghadap payudara ibu dan hidung bayi menghadap puting.
- Dekatkan puting ke mulut bayi dengan memegang bagian samping payudara.
- Arahkan puting ke bibir atas, bukan langsung ke mulut bayi. Gesek-gesekkan ke bibir atas untuk merangsangnya membuka mulut dengan lebar.
- Kepala bayi hendaknya disangga dengan lengan, dagunya menempel ke payudara, dan dadanya menempel ke dada ibu.
- Saat mulutnya terbuka lebar dan bibirnya berputar ke bawah, lepaskan puting hingga masuk ke mulut bayi.
- Usahakan mulut bayi berada di daerah aerola, bukan di puting.
Pelekatan benar membuat proses menyusui menjadi sukses dan lancar. Anak senang dan kenyang mendapatkan ”makanan” bergizi, sedangkan ibu senang karena terhindar dari rasa sakit. Rasa nyaman dan bahagia, membuat acara menyusui menjadi saat yang selalu dinanti untuk dinikmati bersama oleh ibu dan bayi.
Tanda Keberhasilan Pelekatan
- Anda merasa payudara tertarik, tapi tidak terasa sakit. (Pada awal-awal menyusui, mungkin terasa sakit, tapi bisa segera menghilang)
- Bayi mengakhiri menyusu dengan menunjukkan kepuasan, seperti raut muka yang relaks, atau bahkan tertidur.
- Aerola bagian atas terlihat lebih banyak daripada bagian bawah.
- Dagu menempel di payudara, pipinya menggembung.
- Terdengar suara sendawa setelah menyusu.
- Tidak terdengar suara mengecap.