Cetak Artikel Ini  
Ask The Expert - Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi.
Dr. Rose Mini | Dr. Utami Roesli | Tika Bisono | Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), | Aidil Akbar Madjid, RFC | Rostiana D. Nurdjajadi, M.Si, Psi. |Dr Irsan Hanafi, Sp.OG | Dr Melanie Sadono, Drg, M. Biomed
Q & A Kids Behaviour  
Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi.
 
Sudah Besar Kok Masih Mengemut Jempol?
Ibu Rose Mini, saya mau bertanya kenapa ya anak saya sampai saat ini masih senang memasukkan jempolnya ke mulut, terutama saat tidur. Padahal dia sudah berusia 4,5 tahun. Saya juga mendapat laporan dari guru TK-nya kalau anak saya tersebut tergolong pendiam di sekolah. Apakah ini ada kaitannya dengan pendidikan keras dari ayahnya? Kebetulan suami saya berwatak keras dan selalu ingin menegakkan disiplin. Anehnya, anak sulung saya yang berusia 6 tahun justru sebaliknya. Ia kok sering membangkang di sekolah, dan saya juga beberapa kali memperoleh laporan dari guru di sekolahnya tentang perilaku agresif dari anak saya kepada anak lainnya. Padahal di rumah anak saya itu penurut. Mohon penjelasannya.

Anjani, Banjarmasin


Ibu Anjani yang baik, memperhatikan perilaku si kecil tentu menjadi aktivitas yang tidak ada jemunya. Mengamati perkembangan mereka hari demi hari akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi orangtua. Tentunya, kelak anak-anak pun akan merasa bangga dan berbahagia memiliki orangtua yang perhatian seperti Ibu. Apa yang menjadi pertanyaan ibu, sebenarnya banyak pula dihadapi oleh orangtua lainnya.

Aktivitas menghisap jempol memang refleks yang biasa terjadi pada anak. Hal ini sesuai dengan teori perkembangan yang dikemukakan oleh seorang ahli psikologi, Sigmund Freud yang menyatakan bahwa usia 0 – 2 tahun merupakan fase oral di mana anak mencari kepuasan lewat mulutnya. Kondisi ini umumnya berakhir ketika anak memasuki usia 2 -3 tahun. Walaupun anak Ibu sudah memasuki usia 4,5 tahun, namun Ibu tidak perlu khawatir, karena apa yang dilakukan anak Ibu biasanya bertujuan untuk mencari kenyamanan, apalagi hal ini biasa dilakukannya menjelang tidur.

Sama halnya dengan anak-anak yang mencari kenyamanan dengan cara memilin-milin rambut atau memegang-megang telinga menjelang tidur. Untuk mengalihkannya, Ibu dapat menggantinya dengan aktivitas lain yang juga dapat membuatnya nyaman, seperti membacakan dongeng sebelum tidur, memperdengarkan musik penghantar tidur, dsb.

Terkait dengan sikap si kecil yang pendiam dan bertolak belakang dengan kakaknya, sebenarnya dapat dipahami sebagai perbedaan individu. Perlu Ibu pahami bahwa setiap anak berbeda. Pola pengasuhan yang sama dari orangtua terhadap anak, belum tentu akan memberikan dampak yang sama pula terhadap anak-anak. Untuk membentuk kedisiplinan memang tidak dapat dilakukan dengan cara yang “keras”.

Mendidik anak dengan cara yang “keras’, seperti membentak atau menghukum secara fisik cenderung membuat mereka menjadi tidak percaya diri, tertutup, atau justru memberontak. Kedisiplinan dapat diterapkan secara efektif bila memperhatikan kondisi dan situasi anak. Dalam hal ini, Ibu dan suami dapat mencoba menerapkan pola pengasuhan induction. Pola pengasuhan induction ditandai dengan adanya penjelasan dari orangtua kepada anak mengapa sesuatu tindakan tidak diperbolehkan dengan penekanan pada akibatnya terhadap orang lain. Misalnya, ketika menasihati si sulung agar tidak menyakiti temannya, maka perlu dijelaskan kepadanya alasan mengapa hal tersebut tidak diperbolehkan. Dengan demikian, terjadi komunikasi yang timbal balik antara orangtua dan anak.

Pola ini dapat membuat anak lebih memahami sebab dan akibat dari tindakannya. Untuk memperkuat, dapat juga dikombinasikan dengan pemberian konsekuensi, misalnya dengan mencabut hak menonton acara kesukaannya di televisi jika ia melanggar aturan yang telah disampaikan. Akan tetapi, dalam menerapkan pola ini, ibu dan suami perlu lebih sabar dan konsisten, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.

 1  |  2  |  3  |  4  |  5  |  6  |  7  |  8  |  9  |  10  | »    
BACA JUGA



Disclaimers:
Opinion expressed by author and advertisers are not necessarily those of the editor and publisher. While every case has been taken in the compilation of materials in this site, Nasyith Majidi, the editor and publisher of this site accepts no responsibility for any errors or omissions therein. Readers are advised to consult their medical practitioners for advice on any health and parenting problems.
 
 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote