Cetak Artikel Ini  
FAMILY OF THIS MONTH
Lukman Sardi : Ingin Jadi Ayah yang Fleksibel

Lukman Sardi kembali terlibat dalam sekuel “Sang Pemimpi”. Dalam film tersebut Lukman yang memerankan karakter Ikal yang terlihat sangat menghormati sang ayah.
“Sangat jarang film Indonesia yang mengangkat kedekatan anak dengan bapak. Di film ini, kedekatan anak dan ayah begitu terasa,” kata Lukman Sardi.
Rupanya tak hanya dalam film yang diperankannya, dalam kehidupan nyata pun ia ingin menjadi ayah yang sangat dekat dengan anaknya.

Alasan yang Jelas
“Seringkali anak melihat ayahnya dengan pandangan yang berbeda. Ini dimaklumi karena banyak ayah yang menjaga jarak dengan anaknya,” kata aktor yang telah menggeluti dunia film sejak berusia lima tahun ini. 

Sementara Lukman sendiri ingin nantinya ia menjadi ayah yang fleksibel. Maksudnya ayah bisa memahami cara berpikir anaknya.

“Sebenarnya anak-anak itu mudah diberi pengarahan, asalkan dengan penjelasan. Yang sering terjadi, anak cuma dilarang ini itu tanpa alasan yang jelas,” kata calon ayah kelahiran Jakarta, 14 Juli 1971 ini.

Suami dari Priscilia ini akan menerapkan pola asuh yang lebih fair untuk anaknya. “Seandainya ada sesuatu yang tidak boleh dia lakukan, aku akan menjelaskan apa aja akibatnya. Nih liat akibatnya,” ujarnya. 

Bahkan, Lukman berkomitmen untuk melakukan semua aturan yang dibuat bersama anak. “Kita coba bareng-bareng yuk! Dengan begitu mudah-mudahan anakku nanti akan lebih menghargai dan menerima aturan yang kita buat,” harapnya.

Persiapan Penyambutan
Saat ditanya soal persiapan menyabut kelahiran si kecil, Lukman Sardi yang resmi menikahi Priscilia, pada 28 Maret 2009 mengaku sudah siap. “Sampai hari ini semua perlengkapan sudah beres,” ucap Lukman. Ia dan Pricilia berharap proses persalinan secara normal.  "Kalau Tuhan mengizinkan,” ujarnya. “Selain pulihnya lebih cepat daripada operasi caesar, biayanya juga jauh lebih murah," canda Lukman.

"Aku sedang menyiapkan mental untuk masuk ruangan bersalin menemani istri ketika proses persalinan berlangsung. Tapi yang aku pikirin sekarang bukan itu, tapi bagaimana jadi ayah yang baik untuk anak. Aku ingin jadi ayah sekaligus sahabat untuk anakku," ujar putra maestro biola Idris Sardi bersama Zerlita ini.

Akting di Masa Kanak
Di usia kanak-kanaknya, Lukman terhitung telah membintangi tujuh judul film, namun saat memasuki Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dirinya harus berhenti dari akting dan harus serius belajar di bangku sekolah. Setelah sekian lama tenggelam, Lukman sempat muncul sebentar untuk membintangi sinetron Enam Langkah (1994), produksi Miles. Namun kemudian dirinya menghilang kembali, dan muncul kemudian lewat film GIE (2004) yang dibintanginya bersama Nicholas Saputra. Filmnya yang terkenal di antaranya, 9 Naga, Berbagi Suami dan Naga Bonar Jadi 2. Dalam film ini Lukman berperan sebagai sosok sopir bajaj yang terus mengantar Naga Bonar (Deddy Mizwar).

Penghargaan yang pernah diterima di antaranya the Best Actor di ajang Bali International Film Festival 2006, nominasi MTV Indonesia Movie Award 2006 sebagai the Most Favorite Actor, dan nominasi Festival Film Indonesia Jakarta 2006 sebagai pemeran pendukung pria terbaik.

Dari Sang Pemimpi ke Edensor
Lukman berharap akan kembali diikutsertakan di syuting film ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi berjudul Edensor. Syuting rencananya akan digelar di Eropa dan Afrika.
"Mudah-mudahan aku bisa ikut Edensor dan syuting di Eropa," harapnya.
Rencananya, syuting Edensor akan dimulai tahun depan. Edensor sendiri merupakan nama tempat di Prancis. Film Sang Pemimpi merupakan sekuel dari film Laskar Pelangi yang mencetak sukses dengan ditonton 4,6 juta orang.

 
Edisi September 2010
 
PILIH EDISI
-  
 
X-Poll
poll
Apa kendala terberat Anda menjelang lebaran tahun ini?
 Asisten Rumah Tangga pulang kampung
 Biaya mudik membengkak
 Pekerjaan kantor menumpuk
 Liburan yang pendek

Lihat Hasil
Vote